Tanjung, 1 Agustus 2025 – Dalam rangka mengembangkan karakter cinta lingkungan dan mendukung program Sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 6 Tanjung kembali menunjukkan langkah konkret melalui kegiatan pembuatan pupuk organik berbasis limbah dapur dan sampah organik dari lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari edukasi lingkungan hidup yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi langsung dipraktikkan oleh peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung di area kebun sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII yang tergabung dalam kelompok “Green Generation” serta dibimbing langsung oleh guru IPA dan Prakarya. Dalam prosesnya, siswa memanfaatkan sisa sayuran, daun kering, dan sisa makanan dari kantin sekolah yang sebelumnya telah dikumpulkan dan dipilah dengan baik.
Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 6 Tanjung, Ibu Ida Apriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menghasilkan pupuk, tetapi juga membentuk karakter siswa. “Anak-anak belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, serta pentingnya menjaga lingkungan mulai dari hal kecil. Kami ingin mereka menyadari bahwa sampah bukan masalah, tapi potensi,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Guru IPA, Ibu Sugiarti, menambahkan bahwa pembuatan pupuk organik juga merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka berbasis proyek. “Ini selaras dengan pembelajaran berbasis proyek nyata, di mana siswa aktif, kreatif, dan berpikir kritis terhadap isu lingkungan di sekitar mereka,” jelasnya.
Pupuk yang dihasilkan tidak hanya untuk praktik semata, namun digunakan langsung untuk menyuburkan berbagai tanaman di taman sekolah, kebun sayur, serta pot-pot bunga di halaman kelas. Beberapa siswa bahkan membawa pupuk hasil karya mereka untuk digunakan di rumah, sebagai bagian dari kampanye “Bawa Pulang Hijau dari Sekolah”.
Kegiatan ini turut mendukung visi SMPN 6 Tanjung sebagai sekolah berwawasan lingkungan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keberlanjutan alam, sekolah berharap kegiatan ini menjadi budaya yang tumbuh tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di kehidupan sehari-hari siswa.
Melalui kegiatan membuat pupuk organik, SMPN 6 Tanjung tidak hanya menumbuhkan semangat peduli lingkungan, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga bumi. Sebuah langkah kecil, namun berarti besar.
“Dari sampah jadi berkah, dari sekolah lahir cinta lingkungan.”








