MUARA UYA, Newstuntas.com – Atmosfer sepak bola kembali menghangat di Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong. Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, masyarakat setempat menggelar Turnamen Piala Kemerdekaan, yang resmi dimulai pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Lapangan Lembah Meratus.
Turnamen ini telah menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh pemain, tapi juga warga desa yang antusias memberi dukungan. Tahun ini, 13 tim dari 14 desa ambil bagian. Para peserta dibagi ke dalam tiga grup dan bertanding dengan sistem setengah kompetisi.
Menurut Ketua Panitia Mu’ziza Arrizatanor, gelaran ini bukan hanya untuk menghibur masyarakat, tetapi juga untuk membangun budaya sportivitas dan kebersamaan antardesa.
“Harapan kami, turnamen ini bisa menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus hiburan yang positif bagi warga,” ujarnya.
Meski sebagian besar desa ikut ambil bagian, namun tiga desa yakni Binjai, Salikung, dan Kumap terpaksa absen lantaran menghadapi berbagai kendala teknis. Panitia tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka untuk ikut serta di edisi berikutnya.
Turnamen ini juga menjadi ajang pemantauan pemain muda berbakat yang kelak diharapkan memperkuat tim Kecamatan Muara Uya. Selain itu, menurut Mu’ziza, ini juga menjadi bahan evaluasi sejauh mana pembinaan di masing-masing desa sudah berjalan.
“Kami ingin ada kontinuitas. Semakin banyak bakat lokal yang ditemukan, semakin kuat fondasi sepak bola Muara Uya ke depan,” katanya.
Panitia juga memberi perhatian serius terhadap regulasi pemain. Demi menjaga fair play, hanya pemain yang berdomisili di desa masing-masing yang boleh tampil. Identitas peserta wajib diverifikasi melalui dokumen resmi, seperti KTP, kartu pelajar, atau surat keterangan dari desa. Aturan ini dijelaskan langsung oleh Rasyid selaku bagian dari Komite Disiplin dan Penyelenggara Teknis.
“Kami ingin turnamen ini berjalan jujur dan bersih. Ini bukan soal menang atau kalah semata, tapi menjaga marwah kompetisi,” tegas Rasyid.
Partai pembuka mempertemukan PS Muara Uya A melawan PS Kampung Baru. Tampil solid, sang juara bertahan berhasil menang meyakinkan 3-0. Di laga berikutnya, PS Simpung Layung mencuri perhatian lewat kemenangan telak 7-0 atas Desa Santuun.
Kompetisi berlanjut di hari kedua. PS Kupang Nunding sukses menaklukkan PS Uwie dengan skor 5-1, sedangkan Lumbang Randu FC menang dramatis 2-1 atas Pasar Batu
Di luar trofi juara, panitia juga menyiapkan penghargaan individual seperti top skor, pemain terbaik, dan penjaga gawang terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan mereka di lapangan.


