NEWSTUNTAS.COM – TABALONG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Tanjung menyampaikan keprihatinannya terkait maraknya penggunaan jalan nasional oleh kendaraan pengangkut tambang di wilayah Tanjung dan sekitarnya. Hal ini dianggap telah menimbulkan berbagai masalah yang merugikan masyarakat dan merusak infrastruktur publik.
Jihad Mujahidin ketua umum HMI cabang Persiapan Tanjung dalam keterangannya menyebutkan bahwa jalan nasional merupakan fasilitas publik yang diperuntukkan untuk menunjang mobilitas masyarakat umum, bukan untuk digunakan sebagai jalur utama kendaraan berat seperti truk pengangkut tambang. Menurutnya, aktivitas kendaraan tambang di jalan nasional telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, meningkatnya angka kecelakaan, serta terganggunya aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami menilai kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan tambang telah membebani anggaran pemerintah. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan daerah justru habis untuk memperbaiki jalan,” tegasnya.
HMI juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan ini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah mempercepat pembangunan jalan khusus untuk kendaraan tambang. Dengan adanya jalur khusus ini, kendaraan tambang tidak lagi mengganggu jalur transportasi masyarakat umum.
Selain itu, HMI meminta perusahaan tambang untuk bertanggung jawab atas dampak yang mereka timbulkan. Menurut organisasi mahasiswa ini, perusahaan tambang harus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar dan turut serta dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat aktivitas mereka.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa, untuk bersama-sama menyuarakan aspirasi ini. Keberadaan tambang seharusnya membawa manfaat bagi daerah, bukan malah menimbulkan kerugian,” tambahnya.
HMI Cabang Persiapan Tanjung berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas dan menciptakan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Aspirasi ini diharapkan dapat menjadi perhatian semua pihak demi terciptanya solusi yang adil dan berkelanjutan. (Ahmad Rasyidi)








