BALANGAN, newstuntas.com – Suasana demokrasi kembali terasa di lingkungan Universitas Sapta Mandiri Balangan. Fakultas Humaniora, yang menaungi Program Studi Hukum dan Manajemen, menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) dengan antusiasme mahasiswa yang tampak mengalir sejak pagi.
Tahun ini, pemilihan BEM tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum lahirnya agen perubahan di tengah perkembangan kampus yang semakin dinamis. Para mahasiswa Humaniora menyadari bahwa peran BEM tidak lagi sekadar organisasi internal, melainkan motor penggerak inovasi dan jembatan aspirasi yang berpengaruh terhadap atmosfer akademik.
Sekretaris Wakil Rektor 3, Ibu Tri Yonisha, M.Pd, hadir memberikan arahan yang mendorong semangat mahasiswa untuk memaknai proses pemilihan sebagai latihan tanggung jawab dan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa kampus membutuhkan figur yang tidak hanya populer, tetapi mampu mengeksekusi gagasan, bekerja kolaboratif, dan menjaga integritas sebagai representasi mahasiswa.
Seluruh tahapan pemilihan dirancang transparan dan akuntabel, mulai dari penjaringan calon hingga penyampaian gagasan. Setiap kandidat diberikan ruang untuk menampilkan visi dan terobosan yang ditawarkan—mulai dari penguatan organisasi, kegiatan intelektual, hingga program peningkatan kompetensi mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Ketua Panitia, Irfandi, menekankan bahwa pemilihan ini diharapkan bukan hanya menjadi kompetisi ide, tetapi juga ruang untuk mengukur kesiapan generasi muda dalam mengambil peran di masa depan. “Kami ingin pemimpin yang tidak sekadar hadir membawa slogan, tetapi mampu membangun kolaborasi dan menjadi energi positif bagi seluruh civitas Humaniora,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh pihak kampus dan partisipasi aktif mahasiswa, Pemilihan BEM Humaniora 2025 dipandang sebagai langkah baru dalam membentuk budaya organisasi mahasiswa yang progresif. Hasil pemilihan nantinya diharapkan melahirkan sosok pemimpin muda yang berani, inovatif, serta siap membawa Fakultas Humaniora menuju arah yang lebih kompetitif dan berdaya saing.
Di tengah semangat kebersamaan, pemilihan tahun ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi siap menjadi penciptanya.


