JEDDAH – Belum juga peluit kick-off dibunyikan, aroma ketegangan sudah menyelimuti Final Piala Super Spanyol 2026. Laga yang mempertemukan dua raksasa abadi, Barcelona dan Real Madrid, diguncang perubahan mendadak hanya kurang dari 24 jam sebelum duel dimulai di Jeddah, Arab Saudi.
Bukan soal taktik pemain atau kondisi rumput stadion, melainkan “badai” krisis kebugaran yang justru menghantam tim pengadil lapangan.
Perombakan Darurat di Menit Akhir
Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terpaksa memutar otak setelah Adrián Cordero Vega, yang semula ditunjuk sebagai ofisial keempat, dinyatakan “tumbang”. Cordero Vega dicoret dari daftar setelah gagal melewati pemeriksaan fisik prapertandingan. Intensitas tinggi El Clasico dinilai terlalu berisiko bagi sang wasit yang sedang tidak dalam kondisi prima.
Sebagai langkah darurat, RFEF memanggil Alejandro Quintero González. Nama Quintero sebenarnya sudah tidak asing bagi Barcelona pekan ini; ia adalah sosok yang berdiri di pinggir lapangan saat Blaugrana menumbangkan Athletic Club di semifinal lalu.
Munuera Montero: Sang ‘Hakim’ di Tengah Polemik
Meski ada perubahan di pinggir lapangan, posisi wasit utama tetap dipercayakan kepada José Luis Munuera Montero. Wasit senior berusia 42 tahun asal Andalusia ini memikul beban berat untuk menjaga suhu pertandingan agar tidak meledak.
Namun, penunjukan Montero langsung memicu perdebatan di media Spanyol terkait statistik “keberuntungan” kedua tim:
Barcelona: Meraih 18 kemenangan dari 28 laga di bawah kepemimpinan Montero.
Real Madrid: Mengantongi 16 kemenangan dari 22 laga, sebuah rasio kemenangan yang sedikit lebih mentereng dibanding sang rival.
Benteng Teknologi di Balik Layar
Untuk memastikan tidak ada keputusan kontroversial yang luput, RFEF juga telah menyiagakan tim VAR yang dipimpin oleh Daniel Trujillo Suárez. Ia akan didampingi oleh David Gálvez Rascón dan Víctor García Verdura guna mengawal setiap jengkal pergerakan pemain di kotak terlarang.
Dengan trofi pertama di tahun 2026 yang menjadi taruhannya, perubahan mendadak pada perangkat pertandingan ini seolah menjadi bumbu pelengkap yang membuat El Clasico kali ini jauh lebih sulit diprediksi.








