NEWSTUNTAS.COM, KOTABARU – Pemandangan berbeda terlihat di Pangkalan Ojek Pelabuhan Panjang dan Pasar Limbur Raya siang tadi. Alih-alih melakukan razia kendaraan, sejumlah personel Polres Kotabaru justru terlihat asyik bercengkerama sambil duduk sejajar dengan para tukang ojek dan pedagang pasar.
Dipimpin oleh PS. PAMAPTA 2 SPKT, AIPDA Bachroni Yahya, tim dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotabaru ini sedang menjalankan misi “jemput bola”. Mereka hadir untuk memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki akses cepat ke kepolisian melalui Layanan Polisi 110.
Jembatan Penyelamat di Ujung Telepon Sambil membagikan brosur, AIPDA Bachroni menjelaskan bahwa layanan 110 adalah “tombol darurat” gratis bagi masyarakat. Layanan ini bukan hanya untuk melaporkan tindak kejahatan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat bantuan saat terjadi kecelakaan lalu lintas, kebakaran, bencana alam, hingga kehilangan dokumen penting.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa bantuan polisi hanya sejauh satu panggilan telepon. Tidak perlu pulsa, dan petugas kami siap merespons dengan cepat,” ujar AIPDA Bachroni di sela-sela obrolan santai dengan warga.
Edukasi Singkat di Tengah Pasar Tak sekadar memberi selebaran, personel SPKT juga memeragakan cara melapor yang efektif. Warga diajarkan untuk tenang saat menelepon, menyebutkan identitas diri, lokasi kejadian yang akurat, serta menjelaskan peristiwa secara singkat namun jelas. Hal ini krusial agar unit lapangan dapat meluncur ke lokasi dengan tepat sasaran.
Respon positif datang dari para pengguna jasa ojek dan pedagang. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa layanan ini benar-benar gratis dan langsung terhubung ke kantor polisi terdekat.
“Awalnya kaget lihat polisi datang, kirain ada apa. Ternyata malah dikasih tahu nomor penting. Jadi merasa lebih aman kalau ada apa-apa di jalan,” ungkap salah seorang tukang ojek di Pelabuhan Panjang.
Kehadiran Polisi yang Humanis Melalui pendekatan persuasif ini, Polres Kotabaru menegaskan komitmennya untuk menjadi sahabat masyarakat. Sosialisasi di tempat umum seperti pasar dan pangkalan ojek menjadi bukti bahwa kepolisian ingin meruntuhkan sekat birokrasi dan membangun rasa aman secara bersama-sama.(humas)






