KOTABARU, NEWSTUNTAS.COM – Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak masih menjadi tantangan mendasar bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan kepulauan terpencil.
Merespons persoalan tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kotabaru/Batulicin menyalurkan bantuan infrastruktur berupa pembuatan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga Desa Alle-Alle, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkelanjutan yang diusung oleh perusahaan pelat merah tersebut. Fokus utamanya adalah memberikan kemanfaatan nyata pada aspek pembangunan sosial dan lingkungan di wilayah-wilayah yang bersentuhan langsung dengan area operasional perusahaan.
Kepala Cabang PT Pelni Kotabaru/Batulicin, Anita Lestari, menjelaskan bahwa pemilihan jenis bantuan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak masyarakat di Desa Alle-Alle. Kehadiran sumber air bersih yang stabil diharapkan mampu memutus rantai kesulitan warga dalam menjalankan aktivitas domestik dan menjaga standar kesehatan keluarga.
“Melalui program bantuan pembuatan sumur bor dan MCK ini, kami berharap dapat membantu masyarakat di Desa Alle-Alle dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kegiatan sehari-hari secara lebih layak,” ujar Anita dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Lebih jauh, Anita menekankan bahwa peran PT Pelni tidak hanya terbatas pada sektor transportasi laut, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang bertanggung jawab atas peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Pembangunan infrastruktur dasar seperti sanitasi dinilai sebagai investasi sosial yang dampaknya akan sangat terasa pada produktivitas ekonomi warga di masa depan.
“PT Pelni akan terus berkomitmen membantu masyarakat melalui program TJSL guna meningkatkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kerja kami,” imbuh Anita.
Namun, ia juga menitipkan catatan kritis mengenai keberlanjutan fasilitas tersebut. Mengingat tantangan geografis di wilayah Pulau Laut Selatan yang cukup menantang, perawatan aset menjadi kunci utama agar manfaat air bersih ini tidak bersifat temporer.
Anita berharap masyarakat setempat dapat menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap sumur bor dan MCK yang telah dibangun. “Kami sangat berharap fasilitas ini dijaga dan dirawat oleh warga sekitar agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.
Penyediaan akses air bersih di Desa Alle-Alle ini menjadi cermin dari kolaborasi korporasi dan masyarakat dalam mewujudkan hak dasar atas lingkungan yang sehat di beranda depan kepulauan Kalimantan Selatan.








