NEWSTUNTAS.COM – Setelah berbagai macam tahapan di lewati, kini kasus kematian jurnalis media berita online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) Juwita (23) mulai menemui titik terang.
Dinas Penerangan Angkatan Laut menggelar konferensi pers terkait penanganan perkara pembunuhan jurnalis Juwita oleh tersangka Jumran–yang merupakan prajurit TNI AL berpangkat Kelasi Satu, di Markas Komando Pangkalan Angkatan Laut Banjarmasin, di Kota Banjarmasin, Kalsel, Selasa (8/4).
Dandenpom Lanal Banjarmasin, Mayor Laut (PM) Saji Wardoyo, mengatakan bahwa karena tak mau bertanggung jawab untuk menikahi korban.
“Motivasi tersangka melakukan perbuatan menghilangkan nyawa korban adalah tidak mau bertanggung jawab untuk menikahi korban,” kata Saji.
Berdasarkan hasil penyidikan, didapat fakta bahwa benar tersangka telah terbukti melakukan pembunuhan berencana.
Jumran membunuh Juwita seorang diri. “Dengan cara memiting leher korban, mencekik leher korban. Semua perbuatan itu dilakukan di dalam mobil yang terparkir di TKP,” kata dia.
Saji mengatakan, penyidik telah bekerja secara intensif, maraton, dan cepat dengan memeriksa 11 saksi serta menyita 46 barang bukti yang terkait dengan perkara pembunuhan ini, diantaranya satu unit mobil Daihatsu Xenia warna hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Freego warna hitam, baju dan celana yang digunakan tersangka saat melakukan tindak pidana, dan lain-lain.
Rekonstruksi Pembunuhan Juwita 33 Adegan Diperagakan
Siang itu, langit cukup terik, panas seolah ikut menyaksikan momen memilukan saat bayang-bayang kematian Juwita (25), dipertontonkan kembali dalam 33 adegan rekonstruksi yang mengguncang nurani Sabtu (5/4/2025), Jalan Trans Gunung Kupang berubah menjadi panggung kelam, tempat tragedi berdarah itu.
Pelaku, Jumran, dengan ekspresi dingin, memperagakan kembali setiap langkah sadis yang dia ambil.
Di balik kaca mobil yang kini menjadi saksi bisu, Juwita dipiting dari belakang. Lehernya dicekik tanpa ampun.
Rekonstruksi ini menjadi bagian penting dalam mengungkap secara utuh kronologi kejadian dan menguatkan dugaan adanya unsur pembunuhan berencana.
Kuasa hukum keluarga korban, Dedi Sugianto, menyatakan bahwa tindakan pelaku terkesan sistematis dan disengaja, mengarah pada perencanaan matang.
“Bukan hanya pembunuhan, tapi juga ada indikasi kuat upaya menghilangkan jejak. Ini menegaskan bahwa peristiwa ini tidak dilakukan secara spontan,” ungkap Dedi setelah mengikuti jalannya rekonstruksi.
Dugaan lain yang memperberat kasus adalah kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual sebelum pembunuhan terjadi. Temuan tersebut berdasarkan hasil forensik yang diperoleh keluarga korban dan kini menjadi perhatian serius dalam proses penyidikan.
Mereka meminta penyidik menggali lebih dalam, termasuk membuka potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Jangan hanya terpaku pada pengakuan tersangka.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan penyidikan dengan cermat dan transparan, serta menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada pihak yang bertanggung jawab.
Masyarakat Banjarbaru dan publik luas kini menaruh harapan besar pada jalannya proses peradilan, agar keadilan benar-benar ditegakkan.
Juwita Ditemukan Meninggal
Sabtu siang (23/3/2025), kalangan wartawan di Kalimantan Selatan mendadak gempar. Juwita (25), wartawati muda dari Newsways.co.id ditemukan terbujur kaku di tepi jalan dekat perbatasan Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Lokasi tepatnya disebut-sebut berada di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka.
Pada saat ditemukan, pakaian yang dikenakan Juwita kala itu masih rapi. Sweater merah muda, celana jeans ada noda kotor di lutut kanan, helm abu-abu yang masih terpasang, namun tanpa alas kaki. Tidak jauh dari jasadnya, sebuah motor matik hitam dengan nomor polisi DA 6913 LCS tergeletak di semak-semak.
Warga yang pertama menemukan jasad Juwita sontak melaporkan kejadian ini, membuat berita ini cepat menyebar di grup WhatsApp emergency. Tak lama kemudian, polisi tiba dan mengamankan lokasi kejadian.
Juwita ditemukan tanpa dompet, tas, atau dua ponsel yang selalu dibawanya. Yang tersisa hanya tubuhnya, pakaian, helm, motor, serta sandal hitam yang terlepas dari kakinya. Anehnya, wadah SIM card handphone ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi jasadnya.
Lebih mencurigakan lagi, tidak ada bekas kecelakaan yang jelas. Pakaian Juwita masih rapi, helmnya tidak penyok, dan motornya dalam kondisi baik tanpa goresan. Jika ini kecelakaan, mengapa tidak ada tanda-tanda benturan keras?
Lalu, ada tanda lebam di bawah mata kiri Juwita dan memar di belakang leher hingga telinga. Luka-luka ini bukan ciri khas kecelakaan biasa.







