Era Baru Real Madrid, Visi Xabi Alonso dan Korban Perombakan Skuad

Foto : Screenshoot Instagram @realmadrid. Training time Real Madrid

NEWSTUNTAS.COM – Kedatangan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid untuk musim 2025-2026, menggantikan Carlo Ancelotti, bukan sekadar pergantian nakhoda biasa. Ini adalah penunjukan yang sarat dengan harapan dan ekspektasi akan perubahan fundamental dalam filosofi dan gaya bermain Los Blancos.

 

Sebagai legenda klub dan arsitek kesuksesan Bayer Leverkusen, Alonso dipercaya akan menanamkan visi bermainnya yang modern, dinamis, dan menuntut kedisiplinan taktis. Visi ini, pada gilirannya, akan menjadi penentu utama nasib beberapa pemain di skuad saat ini.

 

Xabi Alonso dikenal dengan pendekatan taktis yang cermat dan adaptif. Di Leverkusen, ia membangun tim yang mampu bermain dengan berbagai formasi, namun selalu berlandaskan pada prinsip-prinsip inti:

 

Dominasi Penguasaan Bola: Alonso menyukai tim yang mampu mendikte tempo permainan melalui penguasaan bola yang cerdas. Ini bukan sekadar passing ke samping, melainkan passing yang bertujuan untuk memecah garis pertahanan lawan dan menciptakan peluang.

 

Kontrol Lini Tengah: Sebagai mantan gelandang kelas dunia, Alonso sangat memahami pentingnya lini tengah yang solid. Ia menginginkan gelandang yang tidak hanya mampu mendistribusikan bola, tetapi juga memiliki visi, ketenangan di bawah tekanan, dan kemampuan untuk memenangkan duel.

 

Transisi Cepat: Baik dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya, transisi menjadi kunci. Tim Alonso harus cepat merebut kembali bola saat kehilangan, dan langsung melancarkan serangan balik mematikan saat mendapatkan peluang.

 

Fleksibilitas Taktis: Ia bisa menggunakan formasi tiga atau empat bek, tergantung lawan dan situasi. Pemain harus mampu beradaptasi dengan perubahan peran dan posisi.

 

Intensitas dan Agresivitas: Baik dalam menyerang maupun bertahan, tim Alonso dituntut untuk bermain dengan intensitas tinggi dan agresivitas yang terukur.

Bacaan Lainnya

 

Visi bermain yang ambisius ini secara otomatis akan memunculkan pertanyaan besar mengenai kesesuaian beberapa pemain di skuad Madrid saat ini. Alonso akan melakukan evaluasi ketat, dan ada nama-nama yang berisiko tak sesuai dengan cetak birunya.

 

Ferland Mendy

Salah satu pemain yang paling sering disebut adalah Ferland Mendy. Permasalahannya bukan semata-mata pada kualitas teknisnya, melainkan pada konsistensi fisik dan kemampuannya untuk menjalankan peran bek sayap modern dalam sistem Alonso. Visi Alonso membutuhkan bek sayap yang tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan, melakukan overlap yang cerdas, dan punya stamina prima untuk bolak-balik.

 

Mendy kerap dihantui cedera otot, yang membuatnya sulit mempertahankan ritme bermain dan performa terbaik. Musim lalu, ia absen di beberapa pertandingan penting karena gangguan ini. Meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2028, Alonso mungkin akan mempertimbangkan melepas Mendy demi mendatangkan bek kiri yang lebih fit, dinamis, dan sesuai dengan tuntutan taktisnya untuk memberikan lebar dan opsi menyerang dari sisi lapangan. Rumor mengenai incaran seperti Fran Garcia mengindikasikan pencarian bek kiri yang lebih cocok dengan gaya permainan Alonso.

 

Eduardo Camavinga

Eduardo Camavinga adalah talenta muda yang tak diragukan. Namun, posisinya di bawah Xabi Alonso bisa jadi dipertimbangkan ulang. Permasalahan Camavinga adalah inkonsistensi dalam penampilannya dan persaingan ketat di lini tengah Madrid.

 

Visi Alonso menuntut gelandang dengan visi, stabilitas tinggi, dan kemampuan membaca permainan yang mumpuni. Meskipun Camavinga punya energi dan kemampuan teknis, performanya yang naik turun serta terkadang kurangnya ketenangan dalam mengelola bola bisa menjadi poin pertimbangan. Alonso membutuhkan gelandang yang bisa menjadi poros permainan, mendikte tempo, dan menjadi jembatan antara lini belakang dan depan dengan minim kesalahan.

 

Nilai jual Camavinga yang masih tinggi juga bisa menjadi pertimbangan bagi Madrid untuk melepasnya. Dana tersebut bisa dialokasikan untuk mendatangkan gelandang yang lebih plug-and-play atau yang secara taktis lebih sesuai dengan blueprint Alonso dalam membangun lini tengah yang lebih solid dan terorganisir demi mencapai target juara.

 

Perombakan skuad yang akan dilakukan Xabi Alonso diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam gaya bermain dan hasil di lapangan.

 

Dengan melepas pemain-pemain tertentu yang tidak sesuai dengan visinya, Alonso bisa membangun tim yang lebih dinamis, cepat, dan agresif, sesuai dengan gaya bermain modern yang ia usung.

 

Langkah ini juga membuka peluang bagi pemain muda dari akademi dan rekrutan baru untuk menunjukkan kualitasnya, membentuk skuad yang lebih lapar dan bersemangat.

 

Real Madrid diharapkan bisa lebih kompetitif di La Liga dan Liga Champions dengan komposisi pemain yang segar dan bersemangat, namun tantangan bagi Alonso adalah menjaga keseimbangan antara pengalaman dan energi baru agar tim tetap solid dan mampu bersaing di level tertinggi.

 

Menurut Anda, siapa lagi pemain yang berpotensi tidak masuk dalam rencana Xabi Alonso di Real Madrid?

 

 

 

 

 

banner 468x60 banner 500x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *