NEWSTUNTAS.COM – Suasana pagi itu di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, seharusnya dipenuhi kebahagiaan. Ruangan ijab kabul itu saksi bisu janji suci yang akan terucap.
Setiap mata memandang ke arah mempelai pria yang tegang namun mantap, melafalkan setiap kata ijab kabul di hadapan penghulu dan para saksi. Tak lama, helaan napas lega terdengar, disusul seruan lantang “SAH!” dari para hadirin. Kebahagiaan seolah membuncah, menandakan dua hati telah bersatu.
Namun, di tengah euforia itu, segalanya berubah drastis.
Bak sambaran petir di siang bolong, pengantin wanita yang tadinya menunduk tiba-tiba mengangkat kepala. Dengan nada tegas dan tak terduga, ia melontarkan kalimat yang membuat seluruh ruangan hening seketika. “Pak Ketib, aku anak sarak, aku dak senang!”
Kata-kata itu, yang berarti “Pak Penghulu, saya mau cerai, saya tidak senang!”, bagai palu godam yang memecah keheningan.
Para tamu terkesiap, bisik-bisik keheranan mulai terdengar. Beberapa mencoba menenangkan suasana, namun percuma. Momen yang seharusnya menjadi awal dari perjalanan cinta itu, mendadak berubah menjadi babak akhir yang mengejutkan.
Kejadian luar biasa ini, yang terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik, segera menyebar bak api di padang rumput digital. Diunggah oleh akun Facebook Parida Madi Nasa, video ini dengan cepat menjadi viral, memicu perdebatan sengit dan pertanyaan besar di antara warganet.
Apa gerangan yang menyebabkan sang mempelai wanita mengambil keputusan sefrontal itu, tepat setelah ijab kabul sah diucapkan? Misteri di balik “perceraian instan” ini kini menjadi buah bibir, membuat banyak orang penasaran akan kisah lengkapnya.


