Asa dari Balangan, Kala Wapres Gibran Menghapus Sisa Lumpur di Desa Ju’uh

NEWSTUNTAS.COM, BALANGAN – Aroma tanah basah dan sisa-sisa banjir bandang masih membekas di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kamis (8/1/2026). Namun, bagi warga Desa Ju’uh, pagi itu duka seolah berganti dengan gempita. Sejak pukul 08.00 WITA, deretan warga telah memadati pinggir jalan, menggendong anak-anak mereka, dan menggenggam ponsel dengan satu tujuan: menyapa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Begitu iring-iringan kendaraan melambat, sorak-sorai nama “Gibran” pecah di pelosok Balangan. Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah misi kemanusiaan, sebuah janji kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari terjangan alam.

Misi di Balik Arahan Presiden Langkah kaki Gibran di tanah Kalimantan Selatan hari itu adalah tindak lanjut dari arahan tegas Presiden Prabowo Subianto. Misinya jelas: memastikan bantuan tidak hanya sampai, tetapi proses pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Setibanya di Balangan, Gibran tak membuang waktu. Ia langsung berdiri di hadapan Bupati Balangan, Abdul Hadi, untuk mendengarkan paparan serius. Di atas titik yang pernah terendam air, Bupati membentangkan realita pahit: luapan Sungai Pitap yang dipicu hujan ekstrem telah berdampak pada 4.289 kepala keluarga atau sekitar 13.825 jiwa di 34 desa.

Bupati juga merinci rincian luka pada hunian warga—tercatat 210 unit rumah rusak ringan, 189 unit rusak sedang, dan 48 unit rusak berat. “Hari ini saya ke Kabupaten Balangan untuk memastikan penanganan bencana di lapangan berjalan cepat,” tegas Gibran melalui keterangan tertulisnya. Baginya, keselamatan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, disabilitas, dan anak-anak adalah prioritas yang tak bisa ditawar.

Sentuhan Humanis di SDN Ju’uh Suasana yang semula kaku dan penuh data seketika cair saat Gibran melangkah masuk ke SD Negeri Ju’uh. Senyum sumringah terpancar dari wajah anak-anak saat sosok Wapres berdiri di antara mereka. Di sini, Gibran menunjukkan sisi detailnya. Ia tidak hanya meninjau proses pembersihan ruang kelas, tapi juga mengecek kondisi perangkat digital penunjang belajar yang kini mati total—mulai dari laptop, komputer, iPad, hingga Smart TV yang terendam air.

Sambil bercengkerama santai, Gibran membagikan paket peralatan sekolah secara langsung. Momen ini menyentuh hati M. Zah Khairullah (23), seorang warga setempat yang menyaksikan interaksi tersebut. “Senang sekali, jarang-jarang Wakil Presiden datang langsung ke Balangan. Kami bangga dan berharap ini membawa dampak baik,” ungkap Zah dengan nada haru.

Sinergi untuk Masa Depan Banua Wapres menekankan bahwa fasilitas pendidikan dan kesehatan harus segera pulih agar aktivitas masyarakat kembali normal. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan distribusi logistik lancar dan ekonomi warga kembali berputar.

Gibran berjanji, pemerintah akan mengawal penanganan pascabencana ini tidak hanya pada masa tanggap darurat, melainkan hingga pemulihan menyeluruh di Kabupaten Balangan dan sekitarnya.

Kunjungan ditutup dengan aksi hangat bersalam-salaman dengan warga yang berdesakan di sepanjang jalur. Gibran menyempatkan diri menjabat tangan masyarakat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Banjar untuk meninjau wilayah terdampak lainnya. Di belakangnya, ia meninggalkan pesan kuat: meski banjir merusak harta benda, semangat untuk sekolah dan bangkit harus tetap menyala.

banner 468x60 banner 500x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *