Tanjung – Kedatangan bulan Rajab sebagai salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan) menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas spiritual. Hal ini ditekankan oleh Ahmad Rasyidi, S.Pd., dalam pemaparan singkatnya baru-baru ini.
Menurut beliau, bulan Rajab bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan pintu gerbang menuju bulan suci Ramadan. “Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadan adalah bulan memanen,” ujar Ahmad Rasyidi mengutip perumpamaan para ulama.
Tiga Keutamaan Utama Bulan Rajab
Ahmad Rasyidi merangkum setidaknya tiga keutamaan besar yang harus dipahami oleh muslimin dan muslimat:
1. Bulan yang Dimuliakan Allah (Asyhurul Hurum)
Rajab adalah satu dari empat bulan yang haram, di mana segala bentuk amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan sebaliknya, kemaksiatan pun dianggap jauh lebih berat dosanya.
2. Momentum Istighfar dan Taubat
Beliau menyebutkan bahwa Rajab sering dijuluki sebagai Syahrullah (Bulan Allah) yang sangat baik digunakan untuk memperbanyak permohonan ampun (istighfar). “Ini adalah saat yang tepat untuk membersihkan hati sebelum memasuki Ramadan,” tambahnya.
3. Peristiwa Isra Mi’raj
Salah satu tonggak sejarah besar Islam, yakni perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, terjadi pada bulan ini. Peristiwa ini membawa perintah salat lima waktu yang menjadi fondasi utama ibadah setiap Muslim.
Amalan yang Dianjurkan
Ahmad Rasyidi menyarankan beberapa amalan praktis yang bisa dilakukan selama bulan ini:
Memperbanyak Puasa Sunnah: Baik itu puasa Senin-Kamis, puasa Daud, maupun puasa Ayyamul Bidh.
Membaca Doa Keberkahan: Doa yang populer dibaca adalah:
“Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhana”
(Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan).
Meningkatkan Sedekah dan Zikir: Mengingat pahala yang dilipatgandakan, memperbanyak berbagi kepada sesama sangatlah dianjurkan.
Mengakhiri penjelasannya, Ahmad Rasyidi, S.Pd. berpesan agar muslimin dan muslimat tidak membiarkan bulan Rajab berlalu begitu saja tanpa bekas.
“Jangan biarkan hari-hari di bulan Rajab sama dengan hari-hari biasa. Mari kita hiasi dengan perbaikan diri agar saat Ramadan tiba, jiwa kita sudah benar-benar siap untuk beribadah secara maksimal,” pungkasnya.


