NEWSTUNTAS.COM, TANAH BUMBU – Di bawah temaram lampu Mapolsek Sungai Loban pada Jumat (23/1/2026) pagi, pemandangan tak biasa terlihat. Bukan pemeriksaan kaku layaknya tersangka kriminal, namun sebuah tindakan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Kapolsek Sungai Loban, Iptu Kity Tokan.
Tangan sang perwira tampak telaten memegang alat cukur, perlahan merapikan rambut gondrong yang kusut dari seorang pria berinisial F (45). Pria ini bukan pelaku kejahatan biasa, melainkan seorang warga Dusun Abdi Kencana, Desa Batu Meranti, yang sedang berjuang dengan gangguan jiwanya.
Hanya beberapa jam sebelumnya, tepatnya Kamis (22/1/2026) menjelang tengah malam sekitar pukul 23.55 WITA, suasana di Desa Batu Meranti sempat mencekam.
F dilaporkan mengamuk hebat di tengah permukiman. Yang membuat warga ketakutan, sebuah parang terhunus di tangannya.
Mendapat laporan darurat tersebut, Iptu Kity Tokan tak tinggal diam. Ia memimpin langsung personelnya menembus kegelapan malam menuju lokasi.
“Kami segera menuju TKP. Kondisinya memang sangat meresahkan warga karena ada senjata tajam yang berisiko membahayakan keselamatan umum,” ujar Iptu Kity Tokan mengingat ketegangan malam itu.
Berkat pendekatan yang tepat, F berhasil ditenangkan. Dengan bantuan Kepala Desa Batu Meranti dan pihak keluarga, parang dilepaskan dan F bersedia dievakuasi. Namun, cerita tidak berhenti saat kaki F melangkah masuk ke gerbang Mapolsek.
Alih-alih dijebloskan ke ruang pengamanan yang dingin, Iptu Kity justru memilih jalan “memanusiakan manusia”. Ia melihat sosok F bukan sebagai ancaman, melainkan jiwa yang sedang butuh ketenangan.
F pun dimandikan hingga bersih. Tak cukup sampai di situ, Iptu Kity sendiri yang turun tangan mencukur rambut F yang sudah lama tak terurus. Sembari diberikan makanan dan minuman yang layak, F perlahan mulai merasa nyaman dan tenang.
“Ini bagian dari upaya Harkamtibmas, sekaligus bentuk sosial kami. Kami ingin dia merasa nyaman, bersih, dan tenang selama berada di sini sebelum langkah medis selanjutnya dilakukan,” tutur Kity dengan nada lembut.
Kini, penampilan F telah berubah drastis menjadi lebih rapi dan bersih. Ia dipastikan dalam kondisi sehat secara fisik di bawah pengawasan personel Polsek. Iptu Kity menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu agar F segera mendapatkan rehabilitasi dan penanganan medis yang tepat.
Aksi Iptu Kity Tokan dan jajarannya menjadi pengingat di Bumi Bersujud: bahwa tugas polisi bukan sekadar menegakkan hukum dengan borgol, tapi juga merangkul dengan hati, memastikan setiap manusia tetap mendapatkan martabatnya, bahkan di saat paling sulit sekalipun.








